Faidah Surat Muhammad Ayat 19

pink and white roses on blue and white floral boxFaidah surat Muhammad ayat 19
Perkara yang sangat penting, tapi dilupakan, dan disepelekan oleh kebanyakan kaum muslimin..

Perkara yang sangat penting tersebut bernama ilmu.. Yang lebih didahulukan dibandingkan seluruh amalan, baik berupa ucapan maupun perbuatan..

Sebagaimana Allah Jalla Jalaluh berfirman
فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ [محمد: 19]،
Maka ilmuilah (ketahuilah), bahwasanya tidak ada Tuhan yang berhak untuk disembah kecuali hanya Allah, dan mintalah ampun atas dosa-dosamu (QS Muhammad :19)..

Ketika menjelaskan ayat diatas, Al Imam Al baghowi dalam tafsirnya meriwayatkan :
وعن سفيان بن عيينة أنه سئل عن فضل العلم فقال : ألم تسمع قوله حين بدأ به فاعلم أنه لا إله إلا الله واستغفر لذنبك فأمر بالعمل بعد العلم
Dari Imam Sufyan bin ‘Uyainah rohimahullah ditanya tentang keutamaan ilmu, maka beliau berkata : tidakkah engkau mendengar firman Allah Ta’ala : “maka ketahuilah bahwasanya tidak ada Tuhan yang berhak untuk disembah kecuali hanya Allah dan mintalah ampun atas dosa-dosamu” Yakni Allah perintahkan beramal setelah berilmu [https://quran.ksu.edu.sa/tafseer/tabary-qortobi/sura47-aya19.html#qortobi ]

Oleh karena itu Mu’adz bin Jabal rodhiyallahu ‘anhu -sahabat yang paling faham tentang halal dan harom- berkata :
قال معاذ بن جبل: ” العلم هو إمام العمل، والعمل تابعه، يُلهمه السعداء، ويُحرمه الأشقياء “. شرح حديث العلم لابن رجب.
“Ilmu adalah pemimpin amal, dan amal adalah pengikut ilmu، yang akan mengarahkan kepada kebahagian, dan menjauhkan dari keburukan” (penjelasn Hadits ilmu, karangan Ibn rojab Al hambali).

Dan Imam Bukhori menjadikan ayat tersebut sebagai dalil bagi ucapan beliau dalam kitabnya : “bab ilmu sebelum ucapan dan perbuatan”

Yang dijelaskan oleh Ibnul Munir
قال ابن المنير: «أراد به أن العلم شرط في صحة القول والعمل، فلا يُعتبران إلا به، فهو متقدم عليهما؛ لأنه مصحح للنية المصححة للعمل، [ينظر: فتح الباري (1 /193).]؛
Ibnul Munir rahimahullah berkata, “Yang dimaksudkan oleh Al Bukhari bahwa ilmu adalah syarat benarnya suatu perkataan dan perbuatan.  Suatu perkataan dan perbuatan itu tidak teranggap kecuali dengan ilmu terlebih dahulu. Oleh sebab itulah, ilmu didahulukan dari ucapan dan perbuatan, karena ilmu itu pelurus niat. Niat nantinya yang akan memperbaiki amalan.” ( Fathul baari 1/193).

Maka tidak akan benar niat seseorang dalam beramal sampai dia berilmu, karena itu, Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam mewajibkan bagi setiap Muslim untuk menuntut ilmu, agar benar niatnya dan diterima amalanya, sebagaimana al Imam Bukhori meriwayatkan hadits dari jalan Umar Ibn Al khottob rodhiyallahu ‘anhu yang berkata: aku mendengar Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda
إنما الأعمال بالنبات وإنما لكل امرء ما نوى
“Sesungguhnya amalan itu bergantung niatnya, dan setiap orang akan diberikan balasan berdasarkan niatnya”

Berdasarkan pemaparan diatas, sudah selayaknya bagi kita untuk tidak beramal solih, terlebih di bulan romadhon ini kecuali berlandaskan ilmu yang benar.. Karena segala sesuatu yang dikerjakan tanpa landasan ilmu, maka keburukan yang ditimbulkan pasti jauh lebih besar dibandingkan manfaat yang akan didapatkan.

Simaklah pernyataan Umar bin Abdil Aziz rahimahullah berkata:
مَنْ عَبَدَ اللَّهَ بِغَيْرِ عِلْمٍ كَانَ مَا يُفْسِدُ أَكْثَرَ مِمَّا يُصْلِح [الزهد للإمام أحمد 1/301]
“Barangsiapa yang beribadah kepada Allah tanpa ilmu, maka kerusakan yang ditimbulkan lebih banyak dibandingkan kebaikan -yang akan didaptkan-”

Semoga Allah Ta’ala memberikan kepada kita hidayah dan taufiq untuk senantiasa menuntut ilmu syar’i, dan semoga Allah karuniakan kepada kita ilmu yang bermanfaat dan Allah Melindungi kita dari ilmu yang tidak bermanfaat..

11 Romadhon 1445 H.
Akhukum fillah ✍️ KAA

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top