Ikutilah Keburukan dengan Kebaikan

Ikutilah Keburukan dengan Kebaikan

boy feeding brown deers during daytime

Allah -Ta’aalaa- berfirman:

{إِنَّ الَّذِينَ اتَّقَوْا إِذَا مَسَّهُمْ طَائِفٌ مِنَ الشَّيْطَانِ تَذَكَّرُوْا فَإِذَا هُمْ مُبْصِرُوْنَ}

“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka dibayang-bayangi pikiran jahat (berbuat dosa) dari setan; mereka pun segera ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat.” (QS. Al-A’raaf: 201)

Dalam kitab Qowa’idul ihsan fi tafsiril Qur’an, syaikh Abdurrahman As-Sa’di rohimahullah berkata : “Mereka melihat dari arah mana mereka didatangi (oleh setan) dan mereka (juga) melihat bagaimana cara untuk meloloskan diri dari dosa yang mereka terjatuh kedalamnya, sehingga mereka bersegera untuk bertaubat dengan taubat yang “Nashuuhaa” (semurni-murninya), maka kembalilah mereka kepada kedudukan (tinggi) mereka yang semula, dan kembalilah setan dalam keadaan hina dan kalah.”

Dalam Taisirul Karim, syaikh Abdurrahman As-Sa’di rohimahullah menafsirkan ayat diatas, beliau berkata : Karena hamba pasti lalai dan setan berhasil menipu-nya karena ia terus bersiap siaga menantikan kelengahan dan ke-lalaiannya, maka Allah جَلَّ جَلالُهُ menyebutkan tanda-tanda orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang menyimpang. Adapun orang yang bertakwa, jika dia merasakan dosa dan gangguan dari setan, lalu dia melakukan dosa, dengan melakukan yang haram atau me-ninggalkan yang wajib, maka dia segera sadar dari mana setan da-tang dan dari pintu mana setan masuk kepadanya, dia menyadari apa yang diwajibkan Allah atasnya dan apa yang menjadi tuntutan iman, maka dia memohon ampun kepada Allah, dia menambal apa yang terlewatkan dengan taubat nasuha dan kebaikan yang banyak, maka dia berhasil mengusir setannya dengan hina dina dan memporak porandakan apa yang setan dapatkan darinya.

(Muchammad Idham Cholid)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top