Bismillah
Ilmu itu diraih dengan perih, pedih, dan letih

Ilustrasi gambar kitab yang biasa dipelajari penuntut ilmu
Kebanyakan manusia ingin menjadi orang-orang yang berilmu akan tetapi sedikit sekali diantara mereka yang tahan dengan lelah dan letihnya menuntut ilmu. Sementara Ilmu tidak mungkin didapatkan melainkan dengan bersungguh-sungguh dan melawan rasa malas.
Imam Asy-Syafi’i rahimahullah mengisyaratkan tentang beratnya perjalanan yang harus ditempuh dan perjuangan berat dalam rangka menuntut ilmu. Beliau berkata bahwa para penuntut ilmu itu harus ,
من طلبه بذلة النفس، وضيق العيش، وخدمة العلم، أفلح
ia harus menuntut ilmu dengan menahan diri, merasakan kesempitan hidup dan berkhidmat untuk ilmu, maka ia akan beruntung (Tadribur Rawi 2/584)
Dalam riwayat yang lain, Al Imam Asy-Syafi’i rohimahullah berkata:
والناس طبقات في العلم، موقعهم من العلم بقدر درجاتهم فيه، فحق على طلبة العلم بلوغ جهدهم في الاستكثار من علمه، والصبر على كل عارض دون طلبه، وإخلاص النية لله في إدراك علمه نصا واستنباطا، والرغبة إلى الله في العون عليه فإنه لا يدرك خير إلا بعونه
Manusia itu memiliki tingkatan-tingkatan di dalam ilmu, kedudukan mereka di dalam ilmu tergantung tingkatan (kesungguhan) mereka didalamnya. Maka kewajiban bagi para penuntut ilmu adalah berusaha semaksimal mungkin dalam memperbanyak ilmu, dan bersabar atas segala yang menghalangi ketika mempelajarinya, dan mengikhlaskan niat untuk Allah dalam mengetahui ilmu-Nya secara nash dan istinbath, dan berharap kepada Allah pertolongan atas ilmu itu, karena sesungguhnya manusia tidak akan mengetahui satu kebaikan-pun kecuali dengan pertolongan-Nya (An-Nubadz fii Adaab Tholabil ‘Ilmi, hal.147-148)
Begitupun Abdurrahman bin Abi Hatim berkata dalam kisah yang panjang tentang kisahnya dalam menuntut ilmu, hingga menahan lapar, sampai akhirnya memakan ikan busuk yang telah dibelinya karena tidak sempat untuk memasakanya disebabkan sibuk dalam mendatangi, mencatat, menyalin dll. beliau berkata
لا يستطاع العلم براحة الجسد
“Ilmu itu tidak akan didapatkan dengan tubuh yang santai (tidak bersungguh-sungguh)
(Siyar A’lamin Nubala’, 13/266)
Berkata Al Junayd bin Muhammad rohimahullah :
باب كل علم نفيس جليل مفتاحه بذل المجهود
“Bab, setiap ilmu yang berharga lagi mulia kunci (pembuka)nya yaitu mengerahkan kemampuan”
Akan tetapi Perih dan letihnya mereka yang menuntu ilmu adalah kebahagian dan keberuntungan yang akan diperoleh bagi mereka yang bersabar didalam menanggungnya.
Imam Syafi’i rahimahullah berkata
ما أفلح فى العلم إلا من طلبه فى القلة، ولقد كنت أطلب القرطاس فيعسر علىَّ.
“Tidak akan beruntung orang yang menuntut ilmu, kecuali orang yang menuntutnya dalam keadaan serba kekurangan aku dahulu mencari sehelai kertaspun sangat sulit”. (Tahdzib Al-Asma’ wa Al-Lughat hal. 54)
Maka jadilah mereka yang bersabar dalam menempuh tangga demi tangga dalam menuntut ilmu, tahapan-demi tahapan yang akan meninggikan derajat mereka yang bersabar dalam menuntut ilmu.
Semoga Allah ﷻ menambahkan semanagat bagi kita untuk menuntu ilmu syar’i dan mengamalkannya.
(Ditulis oleh yang senantiasa mengharapkan rahmat dan ampunan-Nya.. KAA✍️)
