Kebahagian sejati. Q.S Hud : 108
Standar kebanyakan manusia memandang kebahagian adalah kelapangan hidup, kemewahan hidup, banyaknya harta, anak dll, sehingga hal ini memicu mereka untuk berlomba-lomba meraihnya meskipun harus menghalalkan segala cara.
Berbeda dengan kaum muslimin, standar kebahagian hidupnya adalah syurga, sebagaimana yang telah Allah terangkan dalam firman-Nya:
وَأَمَّا الَّذِينَ سُعِدُوا فَفِي الْجَنَّةِ خَالِدِينَ فِيهَا مَا دَامَتِ السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ إِلَّا مَا شَاءَ رَبُّكَ ۖ عَطَاءً غَيْرَ مَجْذُوذٍ
“Adapun orang-orang yang berbahagia, maka tempatnya di dalam surga, mereka kekal di dalamnya” [Hud:108]
Maka kebahagiaan tersebut hanya bisa diraih dengan iman dan amal solih, bahkan manisnya hidup beserta dengan perhiasannya pun hanya bisa diraih dengan iman dan amal solih. sebagaimana firman-Nya :
مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً ۖ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” [ Q.S An-Nahl :97]
Maka tentu sangatlah merugi, mereka yang masih bermalas-malasan, menunda-nunda untuk beramal solih dengan berbagai macam alasan. Bahkan enggan memanfaatkan kesempatan emas di bulan romadhon yang mulia ini untuk berlomba-lomba diatas ketaatan dan kebajikan, padahal Nabi ﷺ telah bersabda : “bagi mereka yang berpuasa itu ada dua kebahagian, kebahagian ketika berbuka puasa dan kebahagian ketika bertemu dengan Tuhan-Nya” [Muttafaq ‘Alaihi].
Al Imam Bukhori menjelaskan maksud dari kebahagian tersebut dengan meriwayatkan hadits dari jalan Abu huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, Nabi ﷺ bersabda. Allah ﷻ berfirman
اعددت لعبادي الصالحين في الجنة ما لا عين رأت ولا اذن سمعت ولا خطر على قلب بشر, مصداق ذلك في كتاب الله {فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَا أُخْفِيَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ}. متفق عليه
“Aku menyiapkan didalam surga untuk hamba-hamba-Ku yang sholeh, kenikmatan dan keindahan yang tak pernah dilihat oleh mata, tak pernah didengar oleh telinga, dan tak pernah terlintas di dalam hati manusia” Kebenaran hal itu dalam firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: “Seorangpun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan”. [As-Sajdah/32: 17].
Semoga Allah Tambahkan bagi kita semangat untuk beramal solih, dan semoga Allah karuniakan kepada kita Syurga-Nya, dan kepada-Nya kita berlindung dari murka dan adzab-Nya..
15 Romadhon 1445H
Akhukum fillah ✍️Kholid Abu ‘Abdillah
