Kenapa Dianjurkan Memohon Ampunan di Lailatul Qodar?

black and white half moonKenapa di anjurkan memohon ampunan dilailatul qodar?

Al Imam At-Tirmidzi dalam bab Keutamaan meminta maaf dan ampunan pada Allah meriwayatkan hadits, dari ‘Aisyah rodhiyallahu ‘anhu berkata:
قَالَتْ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَىُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ الْقَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا قَالَ  قُولِى اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى
“Aku pernah bertanya pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu jika saja ada suatu hari yang aku tahu bahwa malam tersebut adalah lailatul qadar, lantas apa do’a yang mesti kuucapkan?” Jawab Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam, “Berdo’alah: Ya Allah, Engkau Maha Memberikan Maaf dan Engkau suka memberikan maaf, karenanya maafkanlah aku”

Dalam kitab lathoiful ma’arif Ibnu Rajab rahimahullah menjelaskan :
و إنما أمر بسؤال العفو في ليلة القدر بعد الإجتهاد في الأعمال فيها و في ليالي العشر لأن العارفين يجتهدون في الأعمال ثم لا يرون لأنفسهم عملا صالحا و لا حالا و لا مقالا فيرجعون إلى سؤال العفو كحال المذنب المقصر
“Sesungguhnya perintah memohon al-‘afwu pada malam lailatul qadar setelah kita bersungguh-sungguh beramal di dalamnya dan di sepuluh hari terakhir Ramadhan, ini semua agar kita tahu bahwa orang yang arif (bijak) ketika sungguh-sungguh dalam beramal kemudian ia tidak melihat amalan yang ia lakukan itu sempurna dari sisi amalan, keadaan, maupun ucapan. Karenanya ia meminta kepada Allah al-‘afwu (pemaafan) seperti keadaan seseorang yang berbuat dosa dan merasa penuh kekurangan.”
Yahya bin Mu’adz pernah berkata,
ليس بعارف من لم يكن غاية أمله من الله العفو
“Bukanlah orang yang arif (bijak) jika ia tidak pernah mengharap pemaafan (penghapusan dosa) dari Allah.”

Akan tetapi hendaknya kita memohon ampunan Allah tidak hanya dibulan romadhon saja, bahkan sepanjang waktu, sebagaimana di Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam memohon ampunan Allah dalam satu hari satu malam lebih dari 100 kali.. Lalu bagimana dengan kita..

Semoga Allah Mengampuni Dosa-dosa kita, dosa kedua orang tua kita, dosa guru-guru kita, dan dosa saudara Muslim kita..

BaarokAllahu fiikum
Wa ahsanAllahu ilaikum..
21 romadhon 1445 H..
Akhukum fillah ✍️KAA

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top