Keutamaan pembaca dan penghafal Alquran

black and gold floral tube

Bismillah

Banyak diantara kita yang belum mengetahui tentang keutamaan yang agung ini, sehingga banyak waktu berlalu tanpa satupun halaman yang terbaca apalagi ayat yang dihafal..
Padahal ada banyak hadits yang menjelaskan tentang keutamaan para pembaca dan penghafal Alquran

Diantaranya Al Imam Abu Daud, At-Tirmidzi, An Nasai dan Ahmad meriwayatkan dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash radhiyallahu ‘anhuma, bahwasanya Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
يقال لقارئ القرآن اقرأ وارتق ورتل كما كنت ترتل في الدنيا، فإن منزلتك عند آخر آية تقرؤها.
Dikatakan kepada pemilik Al Qur’an : “bacalah dan naiklah, dan bacalah dengan tartil, sebagaimana engkau membacanya dengan tartil di dunia, karena sesungguhnya kedudukanmu di akhir ayat yang kamu baca”

وكذلك ما رواه ابن ماجه في سننه وأحمد عن أبي سعيد الخدري مرفوعا يقال: لصاحب القرآن إذا دخل الجنة اقرأ واصعد، فيقرأ ويصعد بكل آية درجة حتى يقرأ آخر شيء معه.
Begitupun dalam hadits riwayat Imam Ibnu Majah didalam sunanya, dan riwayat Imam Ahmad dari Abu Sa’id Al hudri radhiyallahu ‘anhu secara marfu’, dikatakan kepada pemilik Al Qur’an apabila mereka menginjakan kakinya di dalam Syurga : “bacalah dan naiklah, maka mereka membaca dan naik pada setiap ayat satu derajat hingga mereka membaca ayat terakhir yang mereka hafalkan”

، قال صاحب عون المعبود شرح سنن أبي داود : ويؤخذ من هذا الحديث أنه لا ينال هذا الثواب الأعظم إلا من حفظ القرآن وأتقن أداءه وقراءته كما ينبغي له.وعلى هذا فمن يرغب في هذا الخير الكثير والعطاء الذي ما بعده عطاء فعليه أن يحفظ القرآن الكريم ويجوده.

Berkata penulis ‘Aunul Ma’bud Syarah sunan Abu Daud : dari hadits ini bisa difahami bahwasanya pahala yang agung ini tidak akan diperoleh kecuali bagi para penghafal Alquran dan menunaikan apa yang terkandung di dalamnya, serta membacanya sebagaimana mestinya, oleh karena itu, maka bagi siapa saja yang menginginkan kebaikan yang banyak, serta pahala yang telah dijanjikan, maka hendaknya dia menghafalkan Al Qur’an dan memperbagus bacaanya”

Bahkan Al Qur’an dan puasa akan menjadi pembelanya pada hari kiamat kelak,

sebagaimana Al Imam Ahmad, At-Thobroni, Al Hakim meriwayatkan hadits dengan sanad yang shohih, Nabi sallallahu’alaihi wa sallam:
الصيام والقرآن يشفعان للعبد يوم القيامة يقول الصيام أي رب إني منعته الطعام والشهوات بالنهار فشفعني فيه يقول القرآن رب منعته النوم بالليل فشفعني فيه فيشفعان

“Puasa dan Al-Qur’an akan memberikan syafaat bagi seorang hamba pada hari kiamat. Puasa berkata, ‘Wahai Tuhanku sesungguhnya aku menghalanginya dari makan dan syahwat pada siang hari, maka berikanlah syafaat kepadaku untuknya. Lalu Al-Qur’an berkata, ‘Wahai Tuhanku, sesungguhnya aku telah menghalanginya dari tidur waktu malam hari, maka berikanlah syafaat kepadaku untuknya. Maka keduanya memberikan syafaatnya”

Maka masihkah akan kita biarkan Al Qur’an yang kita miliki berdebu di pojokan tanpa tersentuh??

Semoga Allah ‘Azza wajalla memberikan kemudahan untuk beribadah secara maksimal di bulan romadhon ini bagi kita semua..

4 romadhon 1445 H
✍️KAA..

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top