Perkara yang mendatangkan kecintaan Allah ‘Azza Wajalla
Ada satu perkara yang apabila kita kerjakan maka benar2 akan mendatangkan kecintaan Allah kepada kita. Dalam salah satu ayat yang masyhur dan sering dibaca oleh para khotib, Allah berfirman :
يأيها الذين آمنوا اتقوا الله حق تقاته
“Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwa lah kamu kepada Allah dengan sebenarnya ketakwaan ” (Ali Imron : 102).
Bahkan Al Imam At-Tirmidzi meriwayatkan hadits dengan sanad yang Hasan, Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
اتق الله حيث ما كنت.
“Bertaqwa lah kamu dimanapun kamu berada”
Tentu tidak sedikit yang bertanya-tanya, kenapa Allah dan Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan kita untuk bertakwa?.
jawabanya adalah karena ketaqwaanlah perkara yang benar-benar akan mendatangkan kecintaan Allah terhadap hamba-Nya..
Lalu bagiamana caranya?
Syaikhul islam Ibnu Taimiyah rahimahullah memberikan penjelasan yang menarik mengenai takwa. Beliau rahimahullah berkata,
“Takwa adalah sebagaimana dikatakan oleh Tholq ibn habib rohimahullah “seseorang melakukan amalan ketaatan kepada Allah atas cahaya dari Allah karena mengharap rahmat-Nya dan ia meninggalkan maksiat karena cahaya dari Allah karena takut akan siksa-Nya”. Maka tidaklah seseorang dikatakan mendekatkan diri pada Allah melainkan dengan menjalankan kewajiban yang Allah tetapkan dan menunaikan dengan hal-hal yang sunnah. Allah Ta’ala berfirman,
وَمَا تَقَرَّبَ إِلَىَّ عَبْدِى بِشَىْءٍ أَحَبَّ إِلَىَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ ، وَمَا يَزَالُ عَبْدِى يَتَقَرَّبُ إِلَىَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ
“Tidaklah seorang hamba mendekatkan diri pada-Ku dengan amalan wajib yang Aku cintai. Dan hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri pada-Ku dengan amalan sunnah hingga Aku mencintainya.” Inilah hadits shahih yang disebut dengan hadits qudsi diriwayatkan oleh Imam Bukhari.” (Al Majmu’ Al Fatawa, 10: 433)
Dan dalam lanjutan hadits Riwayat Imam Bukhori tersebut, Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan buah dari kecintaan Allah pada hamba-Nya. Allah Ta’ala berfirman
فإذا أحببته كنت سمعه الذي يسمع به وبصره الذي يبصر به ويده التي يبطش بها وقدمه التي يمشي بها وإذا سألني لأعطينه وإذا استغفرني لأغفرن له وإذا استعاذني أعذته.
“Maka apabila Aku telah mencintanya, maka Aku akan menjadi pendengaran yang dengannya dia mendengar, dan pengelihatan yang dengannya dia memandang, dan tangannya yang dengannya dia menggenggam, dan kakinya yang dengannya dia berjalan, dan apabila dia meminta kepada-Ku, maka Aku akan mengabulkannya, dan apabila dia meminta ampun kepada-Ku, maka Aku akan mengampuninya, dan apabila dia meminta perlindungan kepada-Ku, maka Aku akan melindunginya”
MaasyAllah.. Hadits diatas menjelaskan betapa besarnya keutamaan taqwa, sampai-sampai Allah Jalla Jalaluh memberikan kepadanya taufiq didalam amalanya, perkataanya, pendengaranya, pengelihatanya, sehingga Allah Mengabulkan Doa-Doanya, apabila dia meminta Allah mengabulkan nya, apabila meminta perlindungan, maka Allah melindunginya, apabila meminta ampun maka Allah akan mengampuninya (dinukil secara ringkas dari Jaami’ul ‘Uluum wal hikam)..
Maka jadikanlah taqwa ini sebagai pakaian terbaik yang kita kenakan, sebagai bentuk mengikuti perintah Allah
ولباس التقوى ذلك خير
‘Dan pakaian taqwa adalah sebaik-baik pakaian ”
قال أبو العتاهية رحمه الله:
إذا أنت لم تلبس لباساً من التقى
تقلبت عُرياناً وإن كنـــــت كاســـياً
Berkata Abul ‘Atahiyah rohimahullah :
Apabila kamu belum mengenakan pakaian (yang terbuat) dari ketaqwaan
Engkau teranggap telanjang meskipun engkau berpakaian
وخير لباس المرء طاعة ربه
ولا خير فيمن كان لله عصيا
Dan sebaik-baik pakaian seseorang adalah ketaatan kepada Robb-Nya
dan tidak ada keindahan bagi siapa saja yang bermaksiat terhadap Robb-Nya
Semoga Allah Memeberikan kepada kita Taufiq-Nya untuk senantiasa bertaqwa..
Magelang, 7 Romadhon 1445 H..
Akhukum fillah ✍️KAA
